Rabu, 27 Mei 2020

Installasi FatRat

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi bagaimana melakukan instalasi FatRat, aplikasi ini berbasi linux yang merupakan tool untuk melakukan exploit secara massif. Dengan tool ini bisa mengenerate backdoor dan juga untuk melakukan exploit terhadap browser dll. 
Kelebihan dari Fatrat adalah mengkompilasi beberapa malware dengan popular payload yang kemudian bisa di ekseksusi di OS Windows, android dan juga Macintosh. Kelebihan lainnya adalah hasil dari bentukan backdoornya membypass hampir semua antivirus.
Aplikasi fatrat bisa di temukan di GitHub , adapun alamatnya adalah https://github.com/Screetsec/TheFatRat . Berikut ini adalah cara instalasinya sekaligus tips agar bisa ter install dengan baik , sebab seringnya ada masalah ketika instalasi karena package yang kurang. Cara ini bisa digunakan baik di Kali Linux atapun Parrot Linux.


Pertama copy alamat GitHub nya seperti yang tampak pada gambar diatas. Kemudian paste alamat tersebut di terminal Kali Linux dengan command “git clone “.


Langkah kedua, selanjutnya tunggu sampai proses tersebut selesai. Nanti akan terdapat satu directory “TheFatRat”.


Langkah ketiga,  setelah itu buka terminal kemudian lakukan command “chmod +x setup.sh “ , gunanya adalah untuk membuat file “setup.sh” bisa di eksekusi.
Langkah ke empat , selanjutnya lakukan proses setup dengan mengetikkan command “./setup.sh” agar proses instalasi berjalan. Instalasi berlangsung agak lama tergantung dari seberapa cepat koneksi internet. Dari pengalaman penulis jika lancar tanpa error butuh waktu sekitar 1 jam untuk menyelesaikan instalasi fatrat.
Jika sudah maka tinggal mengetikkan command :./fatrat” agar aplikasi berjalan.


Beberapa tips yang berguna saat instalasi fatrat adalah dibutuh OS Kalilinux / Parrot Linux yang fresh, ada kendala saat melakukan instalasi di dalam OS diatas terutama sudah di install dengan aplikasi yang banyak, kadang kala package package dari aplikasi lain malah membuat fatrat tidak bisa di install dengan baik.
Sebagai contoh yang saya temui adalah ketika muncul error “Unable to install Mingw32 or mingw-w64 “, nah error ini 90 % disebabkan oleh package Ming32 atau MingW64 nya tidak terinstall dengan baik untuk itu lakukan langkah dibawah ini dalam mode root.
  • For mingw32 as root user :
  • apt-get remove –purge mingw32 -y && apt-get autoremove -y && apt-get install -f -y
  • For mingw-w64 as root user :
  • apt-get remove –purge mingw-w64 -y && apt-get autoremove -y && apt-get install -f -y
Setelah itu lakukan langkah untuk mengulang setup seperti langkah keempat. Demikian dapat saya informasikan untuk kesempatan kali ini.

Continue reading Installasi FatRat

IP Spoofing

What is IP Spoofing? | CloudflareIP spoofing adalah pembuatan paket Internet Protocol (IP) dengan alamat IP sumber yang telah dimodifikasi untuk menyamar sebagai sistem komputer lain, atau untuk menyembunyikan identitas pengirim, atau keduanya. Dalam IP spoofing, bidang header untuk alamat IP sumber berisi alamat yang berbeda dari alamat IP sumber yang sebenarnya.
IP spoofing adalah teknik yang sering digunakan oleh hacker untuk meluncurkan serangan distributed denial-of-service (DDoS) dan serangan man-in-the-middle (MITM) terhadap perangkat yang ditargetkan atau infrastruktur di sekitarnya. Tujuan serangan DDoS adalah membanjiri target dengan lalu lintas sambil menyembunyikan identitas sumber jahat, sehingga mencegah upaya mitigasi serangan.
Menggunakan alamat IP palsu dapat memberikan penyerang kemampuan untuk:
  • menghindari ditemukan jejak digital dan dilibatkan oleh pihak berwenang serta penyelidik cyber forensik;
  • mencegah perangkat yang ditargetkan agar tidak memberitahukan tentang serangan yang terjadi
  • bypass keamanan scripts, perangkat, dan layanan keamanan yang berupaya memitigasi serangan DDoS dengan memasukkan alamat IP yang dikenal sebagai sumber traffic jahat.

Bagaimana Cara kerja IP spoofing?

Dalam IP spoofing, penyerang memodifikasi alamat sumber di header packet keluar, sehingga komputer tujuan memperlakukan paket seolah-olah itu berasal dari sumber tepercaya, misalnya, komputer di jaringan perusahaan, dan komputer tujuan akan menerimanya. Karena aktivitas spoofing IP dilakukan di tingkat jaringan, tidak ada tanda-tanda eksternal gangguan.
IP spoofing umumnya digunakan dalam serangan DDoS, ketika hacker menggunakan alamat IP palsu untuk membanjiri server komputer dengan volume paket yang cukup besar sehingga tidak dapat digunakan oleh pengguna yang sah. Seringkali, paket IP palsu dikirim oleh botnet yang tersebar secara geografis. Botnet dalam skala besar dapat berisi puluhan ribu komputer, yang masing-masing dapat memalsukan banyak alamat IP sumber sekaligus. Akibatnya, serangan otomatis ini sulit dilacak.

Mencegah Serangan IP spoofing

Organisasi dapat mengambil langkah-langkah untuk menghentikan paket palsu untuk menyusup ke jaringan mereka, termasuk:
  • Pemantauan jaringan untuk aktivitas mencurigakan.
  • Memasang sistem penyaringan paket yang mampu mendeteksi anomali lalu lintas jaringan, seperti paket keluar dengan alamat IP sumber yang tidak cocok dengan yang ada di jaringan perusahaan.
  • Menggunakan metode verifikasi yang kuat untuk semua akses jarak jauh, termasuk untuk sistem pada intranet perusahaan untuk mencegah menerima paket palsu dari penyerang yang telah melanggar sistem lain pada jaringan perusahaan.
  • Mengautentikasi alamat IP dari setiap paket yang masuk.
  • Menggunakan pemblokir serangan jaringan.
Firewalls adalah alat penting untuk memblokir paket IP dengan alamat palsu, dan semua router perusahaan harus dikonfigurasi dengan tujuan untuk menolak paket dengan alamat IP palsu. Beberapa pertimbangan dasar meliputi:
  • Mengkonfigurasi router dan firewall untuk menolak paket dengan alamat IP private yang berasal dari luar perimeter perusahaan.
  • Memblokir lalu lintas yang berasal dari dalam perusahaan yang bertujuan untuk menipu alamat eksternal sebagai alamat IP sumber; ini mencegah serangan spoofing dari yang dimulai dari dalam perusahaan terhadap jaringan lain, (jaringan eksternal.)

Jenis Serangan spoofing


Spoofing internet dapat dilakukan pada berbagai lapisan jaringan. IP spoofing terjadi pada lapisan jaringan (lapisan 3 dari model komunikasi OSI), tetapi alamat perangkat media access control (MAC) spoofing di header Address Resolution Protocol (ARP) terjadi di lapisan data link, di frame Ethernet yang membawa protokol itu.
Serangan spoofing ARP terjadi ketika penyerang mengirim pesan ARP yang dipalsukan melalui jaringan area lokal (LAN). Ini menautkan alamat MAC milik cracker dengan alamat IP komputer atau server yang sah di jaringan.
Jenis lain dari spoofing adalah spoofing domain name system (DNS). Jenis serangan ini mengeksploitasi kerentanan DNS dan mengalihkan lalu lintas internet dari server yang sah ke server palsu. Teknik DNS spoofing ini juga pernah mengarahkan situs web Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke server palsu beberapa tahun silam.
Penyerang juga dapat menipu email dengan mengubah bidang tajuk email untuk secara palsu menunjukkan bahwa pesan tersebut berasal dari pengirim yang berbeda. Email Spoofing sering merupakan bagian dari serangan phishing yang berisi tautan ke situs web palsu untuk tujuan phising: versi duplikat dari situs web yang tampaknya asli. Situs web palsu ini mencoba mencuri kredensial login pengguna atau informasi rahasia lainnya dengan menipu mereka agar meyakini bahwa mereka berada di situs yang sah.


Contoh IP spoofing

Pada 28 Februari 2018, platform hosting kode GitHub dihantam oleh apa yang diyakini pada saat itu sebagai serangan DDoS terbesar yang pernah dicatat. Para hacker memalsukan alamat IP GitHub dan mengirim pertanyaan ke beberapa server memcached yang biasanya digunakan untuk mempercepat situs yang digerakkan oleh database. Server kemudian menampilkan data yang dikembalikan dari permintaan tersebut ke server GitHub dengan faktor sekitar 50, yang berarti bahwa untuk setiap byte yang dikirim oleh penyerang, hingga 51 KB dikirim ke target. Dalam hal ini, GitHub dipukul dengan traffic 1,35 terabit per detik, menyebabkan situs down selama 10 menit.

Continue reading IP Spoofing

Pencurian Identitas

Cara Melindungi Identitas Online Anda Secara Efektif - Phintraco EkasaranaPencurian identitas (Bahasa Inggris : Identity theft), juga dikenal sebagai penipuan identitas, adalah kejahatan di mana penipu memperoleh informasi penting yang dapat diidentifikasi secara pribadi, seperti Nama, Nomor KTP atau nomor SIM, untuk menyamar sebagai orang lain.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperoleh akun media sosial, pencurian kartu kredit untuk membeli barang dagangan, dan layanan atas nama korban, atau untuk memberikan pencuri kredensial palsu. Selain menambah hutang, dalam kasus yang jarang terjadi, seorang penipu mungkin memberikan identifikasi palsu kepada polisi, membuat catatan kriminal atau meninggalkan surat perintah penangkapan yang belum diselesaikan untuk orang yang identitasnya telah dicuri.

Contoh Pencurian Identitas

Pencurian identitas dikategorikan dalam dua cara: nama asli dan pengambilan akun. Pencurian identitas nama, berarti pencuri menggunakan informasi pribadi untuk membuka akun rekening bank baru. Pencuri mungkin membuka rekening kartu kredit baru, membeli layanan telepon seluler atau membuka rekening giro baru untuk mendapatkan cek kosong.
Pencurian identitas pengambilan akun berarti penipu menggunakan informasi pribadi untuk mendapatkan akses ke akun orang yang ada. Biasanya, pencuri akan mengubah alamat surat pada akun dan meminta tagihan besar sebelum orang yang identitasnya dicuri menyadari ada masalah. Internet telah mempermudah pencuri identitas untuk menggunakan informasi yang mereka curi, karena transaksi dapat dilakukan tanpa interaksi pribadi.

Teknik pencurian identitas

Meskipun pencuri identitas mungkin melakukan hacking ke dalam basis data untuk mendapatkan informasi pribadi, para ahli mengatakan itu lebih mungkin bagi pencuri akan mendapatkan informasi dengan menggunakan metode kuno. Semisal mencari di tempat sampah, atau mengambil dokumen pribadi dari tempat sampah umum dan tempat sampah bisnis, adalah salah satu cara termudah bagi pencuri identitas untuk mendapatkan informasi. Penerima aplikasi kartu kredit yang sudah disetujui sering membuangnya tanpa merobeknya terlebih dahulu, membuat pencuri identitas bebas untuk mencoba mengaktifkan kartu dan menggunakannya.
Metode populer lainnya untuk mendapatkan informasi adalah metode shoulder surfing: Pencuri identitas hanya berdiri di sebelah seseorang di tempat umum, bisa di ATM, atau bisa juga di tempat fasilitas dan mengamati ketika orang tersebut mengisi informasi pribadi pada formulir atau menyampaikannya melalui telepon.
Phishing dan email spam digunakan sebagai metode untuk menipu orang agar memberikan informasi mereka kepada pencuri identitas yang menyamar sebagai entitas keuangan yang sah, kolega yang dipercayai penerima, atau individu yang membuat janji moneter dengan imbalan informasi. Email tersebut mungkin berisi lampiran yang mengandung malware yang dirancang untuk mencuri data pribadi atau tautan ke situs web palsu di mana orang tersebut akan diminta untuk memasukkan informasi mereka.

Bagaimana cara mengetahui apakah identitas Anda telah dicuri

Berikut adalah beberapa tanda peringatan bahwa seseorang mungkin menjadi korban pencurian identitas:
  • Korban mendapat pemberitahuan penarikan dari rekening bank yang tidak dibuat oleh mereka.
  • Korban tidak menerima salinan tagihan atau surat penting lainnya yang berisi informasi sensitif.
  • Korban menemukan akun palsu dan tagihan pada laporan kredit mereka.
  • Korban diberitahu tentang pelanggaran data di perusahaan yang menyimpan informasi pribadi mereka.
Jika seseorang telah kehilangan dompet yang berisi kartu bank, SIM dan bentuk identifikasi lainnya, mungkin saja informasi mereka pada akhirnya digunakan untuk melakukan pencurian identitas.

Pemulihan pencurian identitas

Bergantung pada jenis informasi yang dicuri, korban dapat menghubungi departemen yang sesuai – bank, penyedia asuransi kesehatan atau pihak kepolisian – dan memberi tahu mereka tentang situasinya.
Korban harus meminta agar akunnya dibekukan atau ditutup untuk mencegah tuduhan lebih lanjut, klaim atau dampak atas tindakan yang diambil oleh penipu. Korban pencurian identitas harus mengajukan pengaduan ke kantor polisi untuk melaporkan pencurian identitas agar tidak bermasalah dengan hukum jika si pencuri identitas menyalahgunakan identitas korban.
Jika informasi pribadi seseorang dikompromikan dalam pelanggaran data, mereka harus menindaklanjuti dengan perusahaan yang bertanggung jawab untuk melihat jenis bantuan dan perlindungan apa yang mungkin ada bagi para korban dan data mereka.

Mencegah pencurian identitas

Untuk mencegah pencurian identitas, para ahli merekomendasikan agar individu secara teratur memeriksa laporan kredit dengan biro kredit utama, memperhatikan siklus penagihan dan menindaklanjuti dengan kreditor jika tagihan tidak tiba tepat waktu.
Continue reading Pencurian Identitas

Keylogger

Keylogger, kadang disebut keystroke logger atau sistem monitor, adalah jenis teknologi pengawasan yang digunakan untuk memantau dan merekam setiap keystroke yang diketik pada keyboard komputer tertentu. Perangkat lunak Keylogger juga tersedia untuk digunakan pada smartphones, seperti iPhone Apple dan perangkat Android.
Keyloggers sering digunakan sebagai alat spyware oleh penjahat cyber untuk mencuri informasi pengenal pribadi, kredensial login dan data perusahaan yang sensitif. Perekam keylogger juga dapat digunakan oleh pengusaha untuk mengamati aktivitas komputer karyawan, orang tua untuk mengawasi penggunaan internet anak-anak mereka, pengguna untuk melacak kemungkinan aktivitas tidak sah pada perangkat mereka atau lembaga penegak hukum untuk menganalisis insiden yang melibatkan penggunaan komputer. Penggunaan ini dianggap etis atau sesuai dalam berbagai tingkat.

Jenis keyloggers

Keylogger berbasis Perangkat Keras

hardware keylogger
hardware keylogger
Keylogger berbasis perangkat keras adalah perangkat kecil yang berfungsi sebagai konektor antara keyboard komputer dan komputer. Perangkat ini dirancang menyerupai konektor PS/2 keyboard biasa, bagian dari kabel komputer atau adaptor USB, sehingga relatif mudah bagi seseorang yang ingin memantau perilaku pengguna untuk menyembunyikan perangkat tersebut.
Sebagian besar keyboard workstation juga ditancapkan ke bagian belakang komputer, menjaga koneksi keluar dari garis pandang pengguna. Keylogger perangkat keras juga dapat datang dalam bentuk modul yang dipasang di dalam keyboard itu sendiri. Saat pengguna mengetik pada keyboard, keylogger mengumpulkan setiap keystroke dan menyimpannya sebagai teks dalam hard drive miniaturnya sendiri, yang mungkin memiliki kapasitas memori hingga beberapa gigabyte. Orang yang menginstal keylogger nanti harus kembali dan melepas perangkat secara fisik untuk mengakses informasi yang telah dikumpulkan. Ada juga sniffer keylogger nirkabel yang dapat mencegat dan mendekripsi paket data yang ditransfer antara keyboard nirkabel dan penerimanya.
Perangkat keras keylogger
Contoh Hardware Keylogger dengan memori fisik 2 GB

Keylogger berbasis Perangkat Lunak

Perangkat lunak keylogger tidak memerlukan akses fisik ke komputer pengguna untuk instalasi. Software Keylogger dapat diunduh dengan sengaja oleh seseorang yang ingin memantau aktivitas di komputer tertentu, atau bisa juga malware diunduh tanpa disadari dan dieksekusi sebagai bagian dari rootkit atau remote administration Trojan (RAT). Rootkit dapat diluncurkan dan dioperasikan secara diam-diam untuk menghindari deteksi manual atau pemindaian antivirus.
refog free keylogger
refog free keylogger
Program keylogger umum biasanya terdiri dari dua file yang diinstal di direktori yang sama: file dynamic link library (DLL) yang melakukan semua perekaman dan file lain yang dapat dieksekusi bertugas untuk menginstal file DLL dan memicunya untuk bekerja. Program keylogger mencatat setiap keystroke jenis pengguna dan mengunggah informasi melalui internet secara berkala kepada siapa pun yang menginstal program. Ada banyak cara lain bahwa perangkat lunak keylogging dapat dirancang untuk memantau penekanan tombol, termasuk mengaitkan keyboard API ke aplikasi lain, injeksi skrip berbahaya atau injeksi memori.
Beberapa program keylogging dapat mencakup fungsionalitas untuk merekam data pengguna selain penekanan tombol, seperti menangkap apa pun yang telah disalin ke clipboard dan mengambil screenshot layar pengguna atau aplikasi yang berjalan.

Deteksi, Pencegahan dan Penghapusan Keylogger

Karena ada berbagai jenis keylogger yang menggunakan teknik berbeda, tidak ada metode deteksi atau penghapusan tunggal yang dianggap paling efektif.
Perangkat lunak Antikeylogger dirancang khusus untuk memindai keylogger berbasis perangkat lunak, dengan membandingkan file pada komputer dengan basis tanda tangan keylogger atau daftar periksa atribut keylogger umum. Menggunakan antikeylogger bisa lebih efektif daripada menggunakan program antivirus atau antispyware, karena yang terakhir dapat mengidentifikasi keylogger sebagai program yang sah dan bukan spyware.
Bergantung pada teknik yang digunakan aplikasi antispyware, ia mungkin dapat menemukan dan menonaktifkan perangkat lunak keylogger dengan hak yang lebih rendah daripada yang dimilikinya. Penggunaan monitor jaringan akan memastikan pengguna diberi tahu setiap kali aplikasi mencoba membuat koneksi jaringan, memberi tim keamanan kesempatan untuk menghentikan segala aktivitas keylogger yang mungkin. Membuat daftar putih aplikasi juga dapat digunakan untuk memungkinkan hanya program yang terdokumentasi dan resmi untuk berjalan pada suatu sistem.
Sementara inspeksi visual dapat digunakan untuk mengidentifikasi keylogger yang berbasis perangkat keras, tidak praktis dan memakan waktu untuk mengimplementasikannya dalam skala besar. Sasis sistem yang mencegah akses ke port USB dan PS / 2 dapat ditambahkan ke pengaturan desktop pengguna. Tindakan pencegahan ekstra termasuk menggunakan token keamanan sebagai bagian dari otentikasi dua faktor untuk memastikan penyerang tidak dapat menggunakan kata sandi yang dicuri sendirian untuk masuk ke akun pengguna, atau menggunakan keyboard pada layar (onscreen keyboard) dan perangkat lunak voice-to-text untuk menghindari penggunaan keyboard fisik.
Continue reading Keylogger

Backdoor

BackDoor [Explicit] by Fat Rey featuring Hunnit Bo on Amazon Music -  Amazon.comBackdoor (pintu belakang) adalah sarana untuk mengakses sistem komputer atau data terenkripsi dengan tidak melewati mekanisme keamanan sistem.
Pengembang dapat membuat backdoor sehingga aplikasi atau sistem operasi dapat diakses untuk pemecahan masalah atau tujuan lain. Namun, para hacker black hat sering menggunakan backdoor sebagai bagian dari exploit untuk masuk ke dalam sistem secara ilegal.
Pada beberapa kasus, worm atau virus juga dapat dirancang sebagai backdoor untuk mengakses sistem yang telah terinfeksi. Dengan kata lain seorang hacker black hat dapat masuk kedalam sistem dan mencuri informasi dari komputer yang telah terinfeksi oleh virus yang terdapat program backdoor.

Bagaimana cara kerja backdoor?

Backdoor bisa sangat bervariasi. misalnya, ditempatkan oleh vendor yang sah, sementara yang lain diperkenalkan secara tidak sengaja sebagai akibat kesalahan pemrograman. Para software developer terkadang menggunakan backdoor selama proses pengembangan, yang kemudian lupa atau bahkan sengaja tidak dihapus dari kode produksi.
Backdoor biasanya terdapat atau terpasang bersama dengan malware lainnya.  Modul malware dapat berfungsi sebagai backdoor itu sendiri, atau dapat berfungsi sebagai backdoor lini pertama, yang artinya ia bertindak sebagai platform untuk mengunduh modul malware lain yang dirancang untuk melakukan serangan yang sebenarnya.

Deteksi dan Pencegahan

Backdoors termasuk malware sangat sulit untuk dideteksi, dan metode untuk mendeteksi backdoor bervariasi tergantung sistem operasi komputer. Pada beberapa kasus, anti malware  mempunyai kapabilitas untuk mendeteksi backdoor. di kasus lain, administrator keamanan siber mungkin menggunakan beberapa toolkit untuk mendeteksi backdoors, atau mungkin menggunakan alat monitor protokol untuk melakukan inspeksi lalu lintas jaringan yang mencurigakan.
Ada beberapa strategi berbeda untuk menghindari serangan backdoor. Pertama dan terpenting, organisasi harus mematuhi praktik keamanan siber, seperti menghindari perangkat lunak yang tidak terpercaya dan memastikan bahwa setiap perangkat dilindungi oleh firewall. Aplikasi firewall juga bisa membantu untuk mencegah serangan backdoor, karena firewall dapat membatasi lalu lintas jaringan di port terbuka. Juga penting untuk memonitor lalu lintas jaringan untuk melihat yang dapat menunjukkan adanya backdoor.
Continue reading Backdoor

Virus Computer

Virus komputer adalah program dengan kode berbahaya yang mereplikasi dengan menyalin dirinya sendiri ke program lain, boot sector komputer atau dokumen dan mengubah cara kerja komputer. Virus mengharuskan seseorang untuk menyebarkan infeksi tanpa sepengetahuan atau tanpa izin dari pengguna atau administrator sistem. Sebaliknya, worm komputer adalah program yang berdiri sendiri yang tidak perlu menyalin dirinya sendiri ke program host atau membutuhkan interaksi manusia untuk menyebar. Virus dan worm juga dapat disebut sebagai malware.
Virus dapat menyebar dengan membuka lampiran email, mengklik file yang dapat dieksekusi, mengunjungi situs web yang terinfeksi, atau melihat iklan situs web yang terinfeksi (malvertizement). Itu juga dapat menyebar melalui perangkat penyimpanan yang dapat dilepas yang terinfeksi, seperti drive USB. Setelah virus menginfeksi host, ia dapat menginfeksi perangkat lunak atau sumber daya sistem lainnya, memodifikasi atau menonaktifkan fungsi atau aplikasi inti, serta menyalin, menghapus, atau mengenkripsi data. Beberapa virus mulai mereplikasi segera setelah menginfeksi host, sementara virus lain akan tidak aktif sampai pemicu spesifik menyebabkan kode berbahaya dieksekusi oleh perangkat atau sistem.
Banyak virus juga mencakup kemampuan penghindaran atau “membingungkan” yang dirancang untuk mem-bypass antivirus modern dan perangkat lunak antimalware dan pertahanan keamanan lainnya. Munculnya pengembangan malware polimorfik, yang secara dinamis dapat mengubah kode ketika menyebar, juga membuat virus lebih sulit untuk dideteksi dan diidentifikasi.

Jenis-jenis virus komputer

File infectors

Beberapa virus infektor file menempelkan dirinya sendiri ke file program, biasanya file .com atau .exe yang dipilih. Beberapa dapat menginfeksi program apa pun yang meminta eksekusi, termasuk file .sys, .ovl, .prg, dan .mnu. Ketika program dimuat, virus juga dimuat. Virus infector file lainnya tiba sebagai program atau skrip yang sepenuhnya berisi dikirim sebagai lampiran ke catatan email.

Macro viruses

Virus ini secara khusus menargetkan perintah bahasa macro dalam aplikasi seperti Microsoft Word dan program lainnya. Di Word, macro adalah urutan tersimpan untuk perintah atau penekanan tombol yang tertanam dalam dokumen. Virus macro dapat menambahkan kode berbahaya mereka ke urutan macro yang sah dalam file Word. Microsoft menonaktifkan macro secara default di versi Word yang lebih baru; sebagai hasilnya, peretas telah menggunakan skema social engineering untuk meyakinkan pengguna yang ditargetkan untuk mengaktifkan macro dan meluncurkan virus. Ketika infeksi virus macro telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft menambahkan fitur baru di Office 2016 yang memungkinkan manajer keamanan untuk secara selektif mengaktifkan penggunaan macro hanya untuk alur kerja tepercaya, serta memblokir macro di seluruh organisasi.

Overwrite viruses

Beberapa virus dirancang khusus untuk memusnahkan file atau data aplikasi. Setelah menginfeksi sistem, virus mulai menimpa file dengan kode sendiri. Virus ini dapat menargetkan file atau aplikasi tertentu atau secara sistematis menimpa semua file pada perangkat yang terinfeksi. Virus ini dapat menginstal kode baru dalam file dan aplikasi yang memprogramnya untuk menyebarkan virus ke file, aplikasi, dan sistem tambahan.

Polymorphic viruses

Malware yang memiliki kemampuan untuk mengubah kode yang mendasarinya tanpa mengubah fungsi atau fitur dasar dari virus. Proses ini membantu virus untuk menghindari deteksi dari banyak produk antimalware dan deteksi ancaman yang mengandalkan identifikasi signature malware; setelah signature dari virus polimorfik diidentifikasi oleh produk keamanan, virus kemudian dapat mengubah dirinya sendiri sehingga tidak lagi terdeteksi menggunakan signature yang telah terdeteksi antivirus.

Resident viruses

Jenis virus ini menanamkan dirinya dalam memori suatu sistem. Program virus asli tidak diperlukan untuk menginfeksi file atau aplikasi baru; bahkan jika virus asli dihapus, versi yang disimpan dalam memori dapat diaktifkan ketika sistem operasi memuat aplikasi atau fungsi tertentu. Resident virus adalah hal yang serius, karena mereka dapat menghindari perangkat lunak antivirus dan antimalware dengan bersembunyi di RAM sistem.

Rootkit viruses

Jenis malware yang memasang rootkit tidak sah pada sistem yang terinfeksi, memberikan para penyerang kendali penuh atas sistem dengan kemampuan untuk memodifikasi atau menonaktifkan fungsi dan program secara mendasar. Virus Rootkit dirancang untuk mem-bypass perangkat lunak antivirus, yang biasanya hanya memindai aplikasi dan file. Versi terbaru dari program antivirus dan antimalware utama termasuk pemindaian rootkit untuk mengidentifikasi dan mengurangi jenis virus ini.

System or boot-record infectors.

Virus ini menginfeksi kode yang dapat dieksekusi yang ditemukan di area sistem tertentu pada disk. Mereka menempel pada bootsector DOS pada disket dan USB thumb drive atau Master Boot Record pada hard disk. Dalam skenario serangan umumnya, korban menerima perangkat penyimpanan yang berisi virus disk boot. Ketika sistem operasi korban berjalan, file pada perangkat penyimpanan eksternal dapat menginfeksi sistem; me-reboot sistem akan memicu virus boot disk. Perangkat penyimpanan yang terinfeksi yang terhubung ke komputer dapat mengubah atau bahkan mengganti kode boot yang ada pada sistem yang terinfeksi sehingga ketika sistem di-boot berikutnya, virus akan dimuat dan dijalankan segera sebagai bagian dari master boot record. Virus boot kurang umum sekarang karena perangkat saat ini kurang bergantung pada media penyimpanan fisik.

Sejarah virus komputer

Virus komputer pertama yang diketahui dikembangkan pada tahun 1971 oleh Robert Thomas, seorang insinyur di BBN Technologies. Dikenal sebagai virus “Creeper”, program eksperimental Thomas menginfeksi mainframe di ARPANET, menampilkan pesan teletype, “I’m the creeper: Catch me if you can
Virus komputer pertama yang ditemukan in the wild adalah “Elk Cloner,” yang menginfeksi sistem operasi Apple II melalui floppy disk dan menampilkan pesan lucu pada komputer yang terinfeksi. Elk Cloner, yang dikembangkan oleh Richard Skrenta yang berusia 15 tahun pada tahun 1982, dirancang sebagai lelucon tetapi itu menunjukkan bagaimana program yang berpotensi berbahaya dapat dipasang dalam memori komputer Apple dan mencegah pengguna menghapus program tersebut.
Istilah “virus komputer” tidak digunakan sampai satu tahun kemudian. Fred Cohen, seorang mahasiswa pascasarjana di University of California, menulis sebuah makalah akademis berjudul “Virus Komputer – Teori dan Eksperimen” dan memuji penasihat akademiknya dan pendiri RSA Security Leonard Adleman dengan menciptakan frase “virus komputer” pada tahun 1983.

Virus komputer terkenal

Contoh penting dari virus komputer awal termasuk virus “Brain”, yang awalnya muncul pada tahun 1986 dan dianggap sebagai virus komputer pribadi MS-DOS pertama. Brain adalah virus boot sector yang menyebar melalui sektor boot floppy disk yang terinfeksi dan sekali diinstal pada PC baru, itu akan menginstal sendiri ke memori sistem dan kemudian menginfeksi setiap disk baru yang dimasukkan ke PC itu.

Virus Melissa

virus_melisa
ilustrasi email yang menyebar karena virus melissa
yang pertama kali muncul pada tahun 1999, didistribusikan sebagai lampiran email. Jika sistem yang terinfeksi memiliki Microsoft Outlook, virus akan dikirim ke 50 orang pertama dalam daftar kontak pengguna yang terinfeksi. Virus “Melissa” juga mempengaruhi macro di Microsoft Word dan menonaktifkan atau menurunkan perlindungan keamanan dalam program.

Archiveus Trojan,

Memulai debutnya pada tahun 2006, adalah kasus pertama yang diketahui dari virus ransomware yang menggunakan enkripsi kuat untuk mengenkripsi file dan data pengguna. Archiveus menargetkan sistem Windows, menggunakan algoritma enkripsi RSA (versi ransomware sebelumnya menggunakan teknologi enkripsi yang lebih lemah dan mudah dikalahkan) dan menuntut para korban membeli produk dari apotek online.

Zeus Trojan

Zeus Trojan
Zeus Trojan
Salah satu virus yang paling terkenal dan menyebar luas dalam sejarah, pertama kali muncul pada tahun 2006 tetapi telah berkembang selama bertahun-tahun dan terus menyebabkan masalah ketika varian baru muncul. Trojan Zeus pada awalnya digunakan untuk menginfeksi sistem Windows dan memanen kredensial perbankan dan informasi akun dari para korban.
Virus menyebar melalui serangan phishingunduhan drive-by dan teknik man-in-the-browser untuk menginfeksi pengguna. Kit malware Zeus diadaptasi oleh penjahat cyber untuk memasukkan fungsionalitas baru untuk menghindari program antivirus serta menelurkan varian baru Trojan seperti “ZeusVM,” yang menggunakan teknik steganografi untuk menyembunyikan datanya.

Cabir

Virus Cabir
Virus Cabir
Bagi generasi 90’an,  virus ponsel yang ini cukup membuat kesal, terutama untuk sistem operasi Nokia Symbian yang untungnya sekarang sudah tidak ada. Virus itu diyakini dibuat oleh sebuah grup dari Republik Ceko dan Slovakia bernama 29A, yang mengirimkannya ke sejumlah perusahaan perangkat lunak keamanan, termasuk Symantec di Amerika Serikat dan Kapersky Lab di Rusia. Cabir dianggap sebagai virus konsepsi, karena membuktikan bahwa virus dapat ditulis untuk ponsel, sesuatu yang dulunya diragukan.

Conficker

Dikenal juga sebagai Downup atau Downadup, Conficker adalah worm yang tidak diketahui siapa yang membuatnya. Virus ini dibuat untuk Windows yang muncul pertama kali pada tahun 2008. Namanya berasal dari kata dalam bahasa Inggris, configure, dan bahasa Jerman yang merendahkan. Ia menginfeksi komputer menggunakan kelemahan pada OS untuk membuat botnet. Malware ini dapat menginfeksi lebih dari 9 juta komputer di seluruh dunia, yang memengaruhi komputer di pemerintah, bisnis, dan individu. Itu adalah salah satu infeksi worm terbesar yang diketahui muncul ke permukaan menyebabkan perkiraan kerusakan $ 9 miliar.

WannaCry

WannaCry
WannaCry
Mari kita mengingat kembali pada bulan Mei 2017 dan Anda akan ingat banyak kepanikan tentang WannaCry di seluruh dunia. Ada alasan yang dibalik kepanikan masal itu. Meskipun hanya berlangsung beberapa hari, ransomware tersebar di antara 200.000 dan 300.000 komputer di seluruh dunia.
virus ini tergolong sangat kejam: menggunakan eksploitasi pintu belakang di Microsoft Windows, dan mengenkripsi semua data pada perangkat dan menahan file Anda untuk meminta tebusan. Tampaknya rata-rata biaya untuk menebus kunci enkripsi hingga $ 600 (menggunakan Bitcoin) untuk mendekripsi informasi, meskipun membayar biaya itu tidak akan menyelamatkan PC Anda. Meskipun demikian, beberapa pengguna benar-benar membayar, namun usaha itu sia-sia, hanya segelintir orang saja yang mendapatkan kuncinya. Penjahat dunia maya menerima pembayaran lebih dari $ 130.600.
Continue reading Virus Computer

Kriptografi

Electrical Engineering: KriptografiKriptografi adalah metode melindungi informasi dan komunikasi melalui penggunaan kode sehingga hanya mereka yang dituju informasi yang dapat membaca dan memprosesnya. Pre-fix “crypt” berarti “tersembunyi” atau “terkunci” dan akhiran “graphy” adalah singkatan dari “writing” atau “menulis”.
Dalam ilmu komputer, kriptografi mengacu pada keamanan informasi dan teknik komunikasi yang berasal dari konsep matematika dan seperangkat perhitungan berbasis aturan yang disebut algoritma untuk mengubah pesan dengan cara yang sulit diuraikan. Algoritma deterministik ini digunakan untuk pembuatan kunci kriptografis dan menandatangi secara digital dan verifikasi untuk melindungi privasi data, penelusuran web di internet, dan komunikasi rahasia seperti transaksi kartu kredit dan email.

Teknik Kriptografi

Kriptografi terkait erat dengan disiplin ilmu kriptologi dan kriptanalisis. Keilmuan ini mencakup teknik seperti microdots, menggabungkan kata-kata dengan gambar, dan cara-cara lain untuk menyembunyikan informasi dalam penyimpanan atau transit. Namun, di dunia komputer-sentris saat ini, kriptografi paling sering dikaitkan dengan mengacak plaintext (teks biasa, kadang-kadang disebut sebagai cleartext) menjadi ciphertext (proses yang disebut enkripsi), kemudian kembali lagi (dikenal sebagai dekripsi). Individu yang berlatih bidang ini dikenal sebagai cryptographers.
Kriptografi modern berkaitan dengan empat tujuan berikut:
  1. Kerahasiaan: informasi tidak dapat dipahami oleh siapa pun untuk siapa itu tidak disengaja
  2. Integritas: informasi tidak dapat diubah dalam penyimpanan atau saat transit antara pengirim dan penerima yang dituju tanpa perubahan yang terdeteksi
  3. Non-repudiation: pembuat / pengirim informasi tidak dapat menyangkal pada tahap selanjutnya niatnya dalam pembuatan atau transmisi informasi
  4. Otentikasi: pengirim dan penerima dapat mengkonfirmasi identitas satu sama lain dan asal / tujuan informasi
Prosedur dan protokol yang memenuhi beberapa atau semua kriteria di atas dikenal sebagai cryptosystems. Cryptosystems sering dianggap hanya merujuk pada prosedur matematika dan program komputer; namun, mereka juga memasukkan pengaturan perilaku manusia, seperti memilih kata sandi yang sulit ditebak, logging off (keluar) dari sistem yang tidak digunakan, dan tidak membahas prosedur sensitif dengan orang luar.

Algoritma Kriptografi

Cryptosystems menggunakan seperangkat prosedur yang dikenal sebagai algoritma kriptografi, atau cipher, untuk mengenkripsi dan mendekripsi pesan untuk mengamankan komunikasi antara sistem komputer, perangkat seperti smartphone, dan aplikasi. Cipher menggunakan satu algoritma untuk enkripsi, algoritma lainnya untuk otentikasi pesan dan lainnya untuk pertukaran kunci. Proses ini, tertanam dalam protokol dan ditulis dalam perangkat lunak yang berjalan pada sistem operasi dan sistem komputer jaringan, melibatkan pembuatan kunci publik dan kunci private untuk enkripsi/dekripsi data, penandatanganan digital dan verifikasi untuk otentikasi pesan, dan pertukaran kunci.

Jenis Kriptografi

Algoritme enkripsi Single-key atau symmetric-key membuat panjang bit tetap yang dikenal sebagai block cipher dengan secret key yang digunakan pembuat / pengirim untuk mengenkripsi data  dan penerima menggunakan kunci tersebut untuk membukanya. Jenis kriptografi kunci-simetris termasuk Advanced Encryption Standard (AES), spesifikasi yang ditetapkan pada November 2001 oleh National Institute of Standards and Technology untuk melindungi informasi sensitif. Standar ini diamanatkan oleh pemerintah AS dan digunakan secara luas di sektor swasta.
Pada Juni 2003, AES disetujui oleh pemerintah AS untuk informasi rahasia. Ini adalah spesifikasi bebas-royalti yang diterapkan dalam perangkat lunak dan perangkat keras di seluruh dunia. AES adalah penerus Data Encryption Standard (DES) dan DES3. AES menggunakan kunci yang lebih panjang (128-bit, 192-bit, 256-bit) untuk mencegah serangan brute force dan serangan lainnya.
Algoritme enkripsi kunci publik atau kunci asimetris menggunakan sepasang kunci, kunci publik yang terkait dengan pembuat / pengirim untuk mengenkripsi pesan dan kunci pribadi yang hanya diketahui oleh pembuatnya (kecuali jika pemilik memutuskan untuk membaginya) untuk mendekripsi informasi itu. Jenis-jenis kriptografi kunci publik termasuk RSA, digunakan secara luas di internet; Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) digunakan oleh Bitcoin; Digital Signature Algorithm (DSA) diadopsi sebagai Standar Pemrosesan Informasi Federal untuk tanda tangan digital oleh NIST dalam FIPS 186-4; dan Diffie-Hellman key exchange.
Untuk menjaga integritas data dalam kriptografi, fungsi hash, yang mengembalikan output deterministik dari nilai input, digunakan untuk memetakan data ke ukuran data tetap. Jenis fungsi hash kriptografi termasuk SHA-1 (Secure Hash Algorithm 1), SHA-2 dan SHA-3.

Sejarah Kriptografi

Kata “cryptography” berasal dari bahasa Yunani kryptos, yang berarti tersembunyi atau disembunyikan. Asal usul kriptografi biasanya berasal dari sekitar tahun 2000 SM, dengan praktik hieroglif Mesir. Ini terdiri dari piktogram yang kompleks, makna penuh yang hanya diketahui oleh segelintir elit. Penggunaan sandi modern yang diketahui pertama kali adalah oleh Julius Caesar (100 SM hingga 44 SM), yang tidak mempercayai si pembawa pesan ketika berkomunikasi dengan gubernur dan pejabatnya. Untuk alasan ini, ia menciptakan sistem di mana setiap karakter dalam pesannya digantikan oleh karakter tiga posisi di depannya dalam alfabet Romawi.
Baru-baru ini, kriptografi telah berubah menjadi medan pertempuran dari beberapa ahli matematika dan ilmuwan komputer terbaik dunia. Kemampuan untuk menyimpan dan mentransfer informasi sensitif dengan aman telah membuktikan faktor penting dalam keberhasilan dalam perang dan bisnis.
Karena pemerintah tidak ingin entitas tertentu keluar dan masuk dari negara mereka untuk memiliki akses ke cara untuk menerima dan mengirim informasi tersembunyi yang mungkin menjadi ancaman bagi keamanan nasional. Kriptografi telah tunduk pada berbagai batasan di banyak negara, mulai dari batasan penggunaan dan ekspor perangkat lunak untuk penyebaran konsep matematika ke publik yang dapat digunakan untuk mengembangkan cryptosystems. Namun, internet telah memungkinkan penyebaran program yang kuat dan teknik kriptografi yang mendasarinya, sehingga saat ini banyak cryptosystem dan ide yang paling maju sekarang berada dalam domain publik.

Hambatan dan Masalah Pada Kriptografi

Penyerang dapat menghindari kriptografi, meretas ke dalam komputer yang bertanggung jawab atas enkripsi dan dekripsi data, dan mengeksploitasi implementasi yang lemah, seperti penggunaan kunci default. Namun, kriptografi mempersulit penyerang untuk mengakses pesan dan data yang dilindungi oleh algoritma enkripsi.
Continue reading Kriptografi